Kegiatan Klinik Kopi nya
berlangsung hanya empat jam setiap malam atau dari jam 18 hingga 22
kecuali hari Minggu yang di gunakan untuk beristirahat. Sebelum akhirnya
menempati ruangan di lantai dua Pusat Studi Lingkungan Universitas
Sanata Darma, kawasan Gejayan, Jogja, Pepeng banyak menerima panggilan
dari suatu tempat ke tempat lainnya. Tapi akhirnya ia diperbolehkan
membuka praktek di tempat Klinik Kopi bermarkas sekarang.
Siapapun boleh berkunjung ke Klinik Kopi,
baik perseorangan maupun komunitas, tapi tentunya dengan perjanjian
terlebih dahulu. Agar obrolan tentang kopi lebih intens. setiap sesi
diusahakan hanya untuk empat orang dan dipersilakan untuk
bertanya apa saja tentang kopi sembari berbagi pengetahuannya tentang
asal muasal kopi hingga cara seduh yang benar,kopi tersedia dari kopi-kopi aseli yang berasal dari sentaro nusantara.

Pengunjung tak boleh merokok, membawa makanan atau minuman, sayangnya tak ada jaringan nirkabel atau wifi
alasannya agar diskusi berlangsung lebih hangat
tanpa gangguan yang tak perlu,walau pun begitu ada jaringan wifi dari Indosat Super wifi dan jaringan sinyalnya lemah “biasanya di cafe orang hanya pesan, minum, dan
asyik dengan gadget elektronik yang mereka bawa, lalu pulang, tapi itu
tidak demikian dengan Klinik Kopi” ujar pemilik tempat.


0 komentar:
Posting Komentar